Merokok itu [kadang] menyehatkan

Juni 21, 2009

Cukup lama rasanya blog ini tak terurus, lama sekali hingga akhirnya beragam cerita diri pun hanya terendap dalam benak lalu musnah tertimpa kisah baru.
Tentu bukan sebuah kesibukan yang menjadi kambing hitamnya.
Ada banyak hal yang rasanya lebih menarik dilakukan daripada berlama-lama di tempat ini. Sedikit demi sedikit menelanjangi diri melalui kata-kata seadanya pada blog ini, lalu tanpa sadar menegaskan pada dunia bahwa pengetahuan diri ini memang hanya sebatas tah* [disadur dari isi tulisan blog
seseorang yang pengetahuan juga hanya sebatas tah* peace]. Setidaknya itulah alasan tak terurusnya blog ini menurut pendapat pribadi. Walaupun pada akhirnya aku kembali ke tempat ini untuk menumpahkan beberapa permintaan hati yang kadang teraniaya sunyi. [baca: sampah]

Tentang judul diatas, sebenarnya merupakan kisah beberapa minggu lalu, yang dipicu oleh kejadian beberapa tahun yang silam. Maksudku, jika di waktu yang lalu aku tak mengalami sebuah kejadian, maka beberapa minggu yang lalu pun aku tak akan mengalami peristiwa konyol itu. [sampai disini sudah jelaskan maksud dari kalimat bahwa "pengetahuanku hanya sebatas tah*, kawan?]
Begini saja, jika beberapa tahun yang silam aku tak mulai mencoba merokok, maka pada sebuah malam di bulan Mei kemarin, aku pasti tak akan mengalami sebuah peristiwa yang akhirnya membuatku memilih judul tulisan seperti diatas.


ngetest

Mei 19, 2009

yakk….cuma ngetest posting dari imel.
caranya?!?!
sik to, ak cek dulu berhasil ato engga :mrgreen:

 

Last edited by tan3ª; 22-05-2009 at 11:59 PM.. Reason: biar postingnya agak panjang dikit :D

 

Pada suatu siang yang teduh (19 Mei 2009), saat jemari lentik menari mengikuti laju kursor, datanglah ibu 3 anak yang bertanya dengan dialeknya yang khas. (dialek kui artine opo y :roll: )

Singkat kata…beliau bertanya, “eh sekarang wordpress bisa posting lewat email ya”

Dan aku hanya tersenyum simpul manis mendengar kilah beliau, sambil merenung memikirkan kalimat tadi, pertanyaan atau informasi?!

Selanjutnya layaknya ending dari sinetron negeri ini yang kadang-kadang mudah ditebak, beliau pun akhirnya berlalu sambil bersyukur karena telah mendapatkan pelajaran moral paling berharga untuk hari itu; “jangan pernah bertanya perihal blog pada pemilik blog yang tak terurus:mrgreen:

Akhirnya, setelah deal pada satu sisi diri untuk tidak mengganti theme (lagi), maka bergantilah tampilan browser mozilla ver 3.0.10 di layar menjadi tampilan dashboard tan3a.wordpress.com.

Dan dari situlah terjawab segala gundah yang meresahkan akhir2 ini terjawab sedikit pertanyaan ibu 3 anak tadi.

Makasih ya bu devi atas pertanyaannya (ojo kapok takon ya Mbak) :lol:

lanjut….

di dashboard itulah kutemukan kata-kata WordPress announcement disusul kalimat Post by Email.

Ga pake lama, segara cek tkp ngacir

Dan setelah cukup lama terpaku menatap halaman itu (wuedyann…bahasa inggris, tapi untung ada gambar2nya) :D akhirnya dapat kusimpulkan bahwa untuk bisa dan mampu mengirim tulisan dari email ke blog, caranya adalah sebagai berikut :

* memiliki koneksi internet atau tidak memiliki namun tetap bisa terhubung dengan internet (numpang dsb)

* memiliki alamat email sendiri

* memiliki blog pada wordpress.com

* masuk ke dashboard dan klik tab My Blog/Blogku/Blog Kulo/Blog’e Inyong tergantung setting bahasa

* contreng nama blog trus klik enable/bisa

* nah, kalo berhasil akan muncul alamat email seperti ini : contohnya@post.wordpress.com dan itulah alamat tujuan sodara jika ingin posting dari email.

* kalo mau bukti, silahkan login ke email sodara trus kirim ke alamat yang tadi dibuat dengan subyek : judulpostingsodara dan subyek : isipostingsodarasebangsadansetanahair. (saia sudah ngetest lho) :lol:

* selamat mencoba ;)

 

Yasudahlah, itu saja yang ingin kusampaikan. Tidak ingin menjelaskan apa-apa kecuali hanya ingin membiarkan jemari tangan menari di tengah malam ini.

oh ya, saia lebih suka memilih menggunakan windows live writer untuk posting kecuali dikarenakan ada alasan lain :D

terakhir maturnuwun kepada om Joseph Scott atas Comment Reply via Email nya.

(si gembul 6600 pasti akan semakin berdaya guna) :mrgreen:

 

Best regards,

 sign


*#7370#

April 27, 2009

curhat ahh…

Pada suatu hari yang cerah, saat mentari garang pancarkan sinarnya…
stop…stop…
pake bahasa yang bisa dipahami manusia sajalah :mrgreen:

Begini kisahnya, kemarin hati ini sempat gundah gulana karena suatu sebab.
Panjang lebar menulis beberapa karakter di keypad si gembul 6600, selang beberapa saat munculah tulisan “MESSAGE SENDING FAILED”.
Cek *888# nominalnya masih cukup untuk dipake beli krupuk, plus kalengnya bahkan :mrgreen:
Mencoba beberapa kali lagi, ternyata si calon pesan tetap enggan beranjak dari outbox sampai akhirnya muncul lagi kata “FAILED”.
Mengingat isi pesan yang cukup penting, walhasil (edyan bahasaku) kuterjemahkan juga isi pesan itu ke dalam suara (tekor deh bandar) :mrgreen:

Sore hari saat sang surya kembali ke peraduannya, kucoba lagi untuk mengirim pesan ke nomor tujuan yang berbeda, dan hasilnya masih tak jauh beda, failed.
Aneh bagiku, dipake telpon bisa, browsing dan chat pun tak ada masalah, tapi kirim sms gagal maning gagal maning.

Ada apa dgn si gembul?!


saat kau tak di sini (sebuah anugerah atau bencana?)

April 13, 2009

Jelas, pertama kali harus kupinta maaf kepada kawan yang terpaksa nyasar di sini akibat kesalahan pemilihan judul di atas.
(silahkan mengajak kursor anda ke sisi pojok kiri, dan segera klik tombol “back”) :mrgreen:
Namun, silahkan juga jika ingin tetap menyimak ocehan saia malam ini. Untukmu, gratis kawan!
Kawan, pernahkah kau dengar suatu peribahasa yang mengatakan bahwa “tak ada asap jika tak ada api” (bener ga sih?! :roll: )
Singkat kata, dari sinilah api itu berasal dan inilah asap pekat itu!!

Yakinkah tetap ingin menyimak ocehanku?!


Selamat Ulang Tahun Kawan

Maret 29, 2009

aku tahu, sadar sesadar-sadarnya, bahkan dengan tingkat kesadaran yang paling tinggi bahwasanya aku bukanlah seorang pelantun tembang yang baik.
Namun, inilah sebuah persembahan apa adanya dariku untuk kesediaanmu menemani tiap langkahku. Sungguh, hanya ini yang bisa kuberi.
Selamat Ulang Tahun Kawan!!
Kau pasti sangat mengingat tanggal 16 maret, 20 maret, 26 maret sebagai salah satu tanggal indah dalam hidupmu.

maaf atas ketidakmampuanku menjadi sahabat yang baik.


yeah…

Maret 28, 2009

yahoo3 ahahahaha bintang kejora Kawan…..

sekedar melengkapi perubahan judul blog kemarin, maka sungguh tak lengkap jika tidak disertai dengan perubahan tampilan (aslinya karena dah kena penyakit gila “kecanduan gonta ganti theme” ding) :mrgreen:

ya sudahlah, sementara itu saja berita yg ingin kusampaikan padamu Kawan. Intinya, aku baru saja selesai mengganti theme blog ini tanpa alasan yg jelas (sialan, gara2 kelamaan nyasar di pesbuk ni postingnya singkat, jelas, tak ada isinya) :lol:

*ampun om Matt Mullenweg, jangan delete blog saia pray, segera saia bakal ngurusin blog ini  (tapi kapan2 ya) :mrgreen:

#pamit nyari ide buat ngisi ni blog ;)


akhirnya ku menemukanmu

Maret 6, 2009

smile36

Ada apa denganmu Kawan?!
Belum juga selesai huruf terakhir pada judul diatas kau baca, raut mukamu sudah tak sedap begitu?!
Ada yang salah denganmu?!Salah makan kau kemarin sore?!
Atau sebenarnya ada yang salah denganku?!
Ahh…kau ini masih juga seperti itu.
Selalu saja curiga dengan kalimat-kalimat tak lazim. Curiga pada judul tulisanku yang selalu saja ber-ending mengecewakan.

Kuberitahu kepadamu Kawan, bahwa hape ku kini dalam keadaan sehat wal’afiat tiada kurang suatu apapun, jadi tak mungkinlah kutuliskan kembali kata-kata indah nan mengharu-biru untuk mengenangnya.
Kalaupun terpaksa ada yang kurang dengan hape-ku, tak lain dan tak bukan hanya kurang pulsa saja Kawan!matre

Oh ya, sempat kau perhatikan warna tulisanku ini Kawan?!
Ahahaha…tak buta warna rupanya kau ini Kawan.piss
Dengan tinta biru ini, kembali kan kugoreskan sebuah kata untuk mengenang si biru yang tlah pergi. hit

maafkan aku kawan, aku hanya sejenak teringat dengannya.waa :mrgreen:
Sudahlah, bagaimana kalau kuceritakan sedikit tentang sesuatu yang serius?!

hape?!bola futsal?!sok mikir

Aaahh…kapan kau berhenti untuk tak curiga padaku Kawan?!

pojok kanan atas atau klik, silahkan!!


Valentine Kelabu

Februari 16, 2009

Kawan, ingin kuceritakan kepadamu sebuah kisah yang baru saja kualami kemarin.
Tapi sebelumnya, maukah kau mendengarkan tiap kisahku dengan seksama?!?!
Ahh..kau memang sungguh kawan yang baik.
Kuberitahu satu hal kepadamu Kawan, bahwa sebelumnya tak pernah sekalipun dalam sejarah hidupku aku merayakan hari valentine, sama sekali tak pernah.
Bukan karena tingginya nasionalismeku sehingga harus kularang diri ini untuk merayakan hari spesial produk impor tersebut, sungguh bukan karena itu Kawan.
Mungkin faktanya adalah bahwa sepanjang usiaku, sang dewi asmara terlalu jijik melihat pantatku hingga tak sudi sekalipun melepaskan anak panahnya. Pahit sekali.
Tapi kemarin Kawan, percayakah kau bahwa tanggal yg konon penuh coklat dan warna merah muda itu akan menambah satu lagi hari berkesan dalam sejarah hidupku?!
Ahhh…kau memang selalu percaya padaku Kawan.

–##–

Mentari masih enggan turun ke peraduannya sore itu, tersenyum ia kepadaku Kawan.
Bising deru knalpot motor yang biasa terdengar cempreng pun terdengar lembut mengalun, iramanya pelan mengalunkan dendang asmara.
Ahhh, kau pasti lebih tahu bagaimana kekuatan cinta mampu mengubah segalanya.
Kalau kau tak tahu, sebaiknya percaya saja padaku Kawan, aku baru saja mengalaminya.
Bahkan sore itu aroma tubuhku pun lebih wangi dari sore-sore biasanya. Kupertaruhkan seluruh ilmu kesaktianku yang selama ini kujaga dengan tidak terlalu banyak menyentuh air, hanya demi satu kata itu.
Sekali lagi kukatakan kepadamu Kawan, cinta, kata cinta. Sungguh benar dahsyat kata itu.
ahh..harusnya kaulihat diriku saat itu Kawan.
Tak akan kaulihat lagi aku yang lusuh, kumuh, semprawut atau lebih tepatnya takkan kaulihat lagi aku yang biasanya bingung mencari kata semangat yang tak sengaja jatuh dalam kamus tebal hidupku.
Dan jikalau matamu jeli, kau akan melihat benderangnya sinar mataku saat menatap, bunga-bunga yang bertebaran di sekitar ubun-ubunku, dan aura kesejukan yang memancar dari jiwaku.
Itulah kekuatan cinta Kawan. Dan pasti tak sulit bagimu untuk menebak raut muka seorang yang sedang merasakan jatuh cinta.

–##–

Waktu berdetak semakin cepat mengikuti irama debar jantungku.
Sungguh tak tertanggungkan rindu ini setelah kemarin salah satu bagian tubuhku menghalangiku bertemu dengannya.
Kau tahu artinya rindu Kawan?!Ahh…sungguh benar-benar menyiksa sekali.
Logika tak ada artinya dan akal sehatpun mati.
Benarlah kata orang bijak itu, bahwa antara cinta dan gila sungguh tipis bedanya. Sangat tipis.

Pukul tujuh lewat empat puluh tujuh menit kulangkahkan ringan langkah kakiku menuju tempat yang kami sepakati. Tak jauh beda dengan langkah ceria muda-mudi negeri ini yang merayakan hari ini sebagai hari spesialnya.
Kuceritakan kepadamu kawan, jauh sebelum aku sampai di tempat itu, sudah mampu kulihat rembulan di wajahnya, langsat berkilauan kulitnya, dan indah lekuk tubuhnya.
Masih percayakah kau padaku tentang apa yang kuceritakan Kawan?!
Atau kau mulai curiga bahwa aku hanya mengada-ada?!

Sungguh aku hanya ingin bercerita Kawan, melepaskan segala rasa yang kadang tak mampu kutanggung sendiri.

Baca entri selengkapnya »


Antara Maryamah Karpov dan Januarisman

Januari 19, 2009

Entah bagaimana harus mengawali tulisan ini?
Jelas sekali bahwa dari judul tulisan ini, pasti hanya dua kata yang akan terbesit di benak; “nggak nyambung”.
Tapi biarlah, mungkin itu hanya perasaan saya saja atau perasaan para pembaca yang kebetulan pasti berpikiran sama dengan saya. Judul kok nggak nyambung. :D
Baiklah, akan saya coba perjelas agar kata “nggak nyambung” itu semakin jelas.
Jika Maryamah Karpov adalah novel keempat karya Andrea Hirata, maka Januarisman adalah juara Indonesia Idol yang sewaktu audisi sempat memaksa Titi DJ harus tersedu sedan menangis haru dan membuat juri lain tercengang (termasuk saya sebagai penonton).
Maka, dari sini segera saya tarik pelajaran moral nomor sekian, bahwa untuk membuat seorang wanita menangis, cukuplah dengan rajin bermain gitar (haiah) :mrgreen:
Sampai disini sudah jelas maksudku Kawan?!

Lanjut atau sudah kapok?!


maafkan aku kawan

Desember 21, 2008

Di hari ini semua berakhir sudah
Kita berpisah baik-baik saja
Jangan ingat hal yang membuatmu marah
Apalagi membuatmu kecewa

Kenangan indah…kenangan memiliki kesan di hati
Hanya yang baik, hanya yang membuatmu tersenyum
Di saat kita mengingatnya

Ternyata kita sampai pada jalan yang berlainan arah
Ternyata kita harus memilih mana jalan yang terbaik tuk semua

Cukup banyak waktu yang kita habiskan
Semua tidak pernah terbuang percuma
Lambaikan tangan biar pergi lebih mudah
Sungguh senang ku bisa kenal kamu

Kenangan indah… kenangan memiliki kesan di hati
Hanya yang baik, hanya yang membuat tersipu
Saat kita mengingatnya

Ahhh….harusnya kusenandungkan lirik lagu itu bersama alunan dawai gitarku.
Tak peduli dengan ketiadaan harmonisasi nada, harusnya kupaksa saja memirip-miripkan suara beratku dengan lantang merdu vokalis grup band BIP dan selanjutnya mempersembahkan khusus untukmu, bukan malah menuliskannya di blog yang bahkan nyaris tak terurus ini.
Kawan, ingin rasanya aku meminta maafmu untuk yang kesekian kalinya. Namun nanti sajalah. Sungguh, bukan inginku menunda, tapi tahukah kau?!Nanti, kan kupinta maaf kepadamu untuk yang terakhir kalinya. Permintaan yang paling akhir dan permintaan yang terdalam, berharap tak akan kubuat lagi kesalahan padamu, walaupun aku sebenarnya sangat yakin, kesalahanku padamu sama sekali tak ada hubungannya dengan akhir atau awal waktu. Rasa bersalah itu akan selalu hadir walaupun aku telah meminta maaf kepadamu, bahkan dengan permintaan maaf untuk yang terakhir kali.
Itulah yang namanya penyesalan kawan. Penyesalan atas ketidakmampuanku menjaga persahabatan ini.
yah, pahit memang pahit, tapi inilah kenyataannya.

Kenangan indah, bahkan kenangan pahit sekalipun telah kita lalui bersama. Pasti akan sangat sulit kulupakan kenangan indah itu, dan pasti sangat mudah melupakan kenangan buruk bersamamu, karena begitu keras ku mencoba mengingat kenangan pahit itu, hasilnya selalu sama. NIHIL.
Kawan, tak pernah sekalipun kau merasa jemu menemani tiap langkahku. Kau temani sunyi malamku saat aku benar-benar larut dalam hening. Terimakasih kawan.
Sungguh, sebenarnya-benarnya tak pernah terpikirkan olehku untuk mengakhiri semuanya secepat ini, namun inilah yang terjadi sekarang. Aku tak sanggup lagi melanjutkan kisah ini.
Kuakui, kadang aku merasa jenuh tentang anggapan orang lain tentang kita. Aku muak dengan anggapan orang tentang hubungan kita, walaupun aku juga tak bisa menyalahkan mereka.
Memang wajar kalau mereka berpikir seperti itu, karena keakraban kita pasti membuat mereka berpikir bahwa hubungan kita bukan lagi sekedar berkawan.
Tapi tahukah kau kawan?!bahwasanya bukan itu yang membuatku ingin mengakhiri kisah ini. Aku sudah terbiasa melihat kafilah berlalu, saat seekor binatang menggonggong. Sungguh, benar-benar sudah terbiasa.
Kau pasti ingin tahu alasan yang sebenarnya??
Ahh…kau pasti masih seperti yang dulu kawan, selalu ingin tahu.
Baiklah, maafkanlah aku dan tegarkan dirimu saat kaubaca apa yang kutuliskan, karena mungkin akan menyakitimu. Tapi yakinlah kawan, bahwa kejujuran itu adalah sesuatu yang indah walaupun terkadang sangat pahit.
Entah ada apa dengan dirimu kawan, sudah lama kurasakan suatu yang aneh terjadi padamu dan baru kali ini kuyakini memang suatu yang aneh itu benar ada padamu.
Sinar wajahmu yang dahulu cerah, kini redup karena bercak noda yang akupun tak tahu karena apa. Tak tampak memang, namun aku sudah lama bersamamu. Aku tahu kawan.
Adakah yang kausembunyikan dariku?!Sudah lelahkah kau bersinar?!Lelahkah engkau dengan semuanya?!Atau terlalu lanjutkah usiamu hingga tak mampu lagi kau bersinar??
KIni, aku bahkan tak mampu memahamimu lagi kawan. Kupinta kau ke kanan, kau diam, kupinta kau turun kau juga diam. Kau bahkan pergi sesukamu saat aku benar-benar membutuhkanmu. Tak sejalan lagi, mungkin itu istilah yang tepat untuk kita kawan.
Akhirnya, kupinta maafmu kawan, maafkanku atas sikap kasarku selama ini. Maafkanku atas udara malam yang mungkin telah menghancurkan sebagian ragamu. Percayalah, aku tak bermaksud demikian kawan. Aku tak pernah ingin memaksamu, tapi aku benar-benar membutuhkanmu kawan.
Untuk terakhir kalinya, ijinkanlah kukenang wajahmu di media ini kawan. Kumohon ijinmu agar dunia tahu bahwa kau pernah hadir dalam hidupku, bahwa kau telah memberikan segala yang terbaik yang pernah kaumiliki.
Sekali ini saja kawan, ijinkan aku!!

apakah kau mengijinkan?!?!